Gemurung, 31 Januari 2025 — Warga Desa Gemurung menggelar acara Haul dan Ruwat Desa yang berlangsung khidmat pada Jumat (31/1) malam. Kegiatan tahunan ini dimulai pukul 20.30 WIB dengan doa keliling yang dilaksanakan di empat penjuru desa dan diikuti secara antusias oleh masyarakat, pemerintah desa, BPD, berbagai lembaga desa, serta tokoh masyarakat.
Sejak malam hari, ratusan peserta telah berkumpul di Makam KH. Sulaiman. Setelah mendengarkan sambutan singkat dari Kepala Desa Gemurung, rombongan mulai berjalan kaki bersama menyusuri rute yang telah ditentukan. Perjalanan dimulai dari Makam KH. Sulaiman dan menuju ke titik-titik utama di setiap pojok desa yang menjadi lokasi doa bersama.
Dalam setiap pemberhentian, peserta melantunkan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa tersebut ditujukan untuk keselamatan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi seluruh warga Desa Gemurung. Suasana khidmat menyelimuti perjalanan yang juga diselingi dengan lantunan shalawat oleh para peserta.
Kepala Desa Gemurung, Bapak H. Buwono Basyuni, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara Haul dan Ruwat Desa ini merupakan tradisi yang telah dijalankan secara turun-temurun. "Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan menjaga nilai-nilai budaya lokal yang sarat makna," ujarnya.
Selain dihadiri pemerintah desa dan BPD, sejumlah lembaga desa seperti Ketua RT/RW Karang Taruna dan PKK turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tokoh masyarakat setempat, KH. Fuad Syarif, menambahkan bahwa tradisi ruwat desa memiliki makna penting dalam menjaga keharmonisan lingkungan serta mendatangkan keberkahan bagi tanah Gemurung.
Kegiatan doa keliling yang berlangsung selama lebih dari dua jam diakhiri dengan acara ramah tamah di Balai Desa Gemurung. Warga menikmati hidangan tradisional yang disediakan oleh panitia sembari berbincang akrab.
Dengan berlangsungnya Haul dan Ruwat Desa Gemurung tahun ini, masyarakat berharap agar Desa Gemurung senantiasa dalam lindungan Tuhan, dijauhkan dari bencana, serta mendapatkan rezeki yang melimpah. Tradisi ini pun diharapkan dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang penuh makna.