Pemerintah dan masyarakat Desa Gemurung menggelar rangkaian kegiatan Haul dan Ruwat Desa sebagai bentuk ikhtiar spiritual, pelestarian tradisi, serta penguatan kebersamaan warga. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan agenda keagamaan dan budaya yang dipusatkan di Desa Gemurung.
Rangkaian acara pertama dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, mulai pukul 19.30 WIB bertempat di Balai Desa. Kegiatan diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan istigotsah yang diikuti perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai RT. Suasana berlangsung khidmat dengan harapan keberkahan, keselamatan, dan kemajuan desa.
Setelah itu, jamaah melanjutkan dengan pembacaan Sholawat Burdah sebagai bentuk mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat. Rangkaian malam haul ditutup dengan doa keliling di tiap penjuru desa sebagai simbol permohonan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh wilayah dan warga.
Kegiatan dilanjutkan pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Balai Desa dengan nuansa budaya dan dakwah. Pada pukul 12.00 hingga 16.00 WIB digelar pergelaran wayang sebagai bagian dari tradisi ruwat desa. Pagelaran ini menjadi daya tarik warga karena selain menjadi tontonan, juga sarat pesan moral dan kearifan lokal.
Pada malam harinya mulai pukul 21.30 WIB hingga selesai dilaksanakan pengajian umum yang akan disampaikan oleh Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan. Pengajian ini menjadi puncak rangkaian kegiatan haul dan ruwat desa dengan harapan memberikan penguatan rohani serta motivasi bagi masyarakat.
Sebelum acara pengajian di mulai Acara malam di buka denbgan penampilan banjari dari Muhasabatul Qolbi pada pukul 20.30 WIB yang datang dari Jombang. Iringan banjari diharapkan menambah semarak kegiatan pengajian.
Melalui pelaksanaan haul dan ruwat desa ini, pemerintah desa bersama masyarakat berharap tradisi religius dan budaya tetap lestari, serta menjadi momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.